Waktu Yang Dibutuhkan Dalam Proses Bayi Tabung

Menurut dokter Aucky Hinting, bayi tabung merupakan sebuah prosedur yang dilakukan guna mengatasi berbagai macam masalah kesuburan yang terjadi pada pasangan suami istri. Dalam bayi tabung, nantinya sel telur dan sperma akan disatukan di luar tubuh, yaitu di laboratorium khusus. Lalu sel telur yang sudah dibuahi akan membentuk embrio, dan embrio tersebut nantinya akan dibiarkan berkembang terlebih dahulu di tempat khusus selama beberapa waktu hingga dipindahkan kembali ke dalam rahim. Cara yang satu ini dianggap dapat meningkatkan kemungkinan hamil lebih tinggi. Dan juga biasanya program bayi tabung dilakukan oleh para pasangan suami istri yang telah lama menantikan buah hati mereka. Untuk proses bayi tabungnya sendiri memakan waktu sekitar 3 minggu atau lebih untuk satu siklusnya. Dan sebelum mulai program bayi tabung, akan lebih baik jika Anda dan pasangan Anda memperhatikan risiko-risiko apa saja yang bisa saja terjadi. Beberapa risiko yang mungkin terjadi saat melakukan program bayi tabung ialah bayi terlahir prematur, keguguran, komplikasi obat kesuburan, hingga kanker. Sehingga, akan lebih baik lagi jika Anda mendiskusikan dengan dokter Anda terlebih dahulu secara detail sebelum mengikuti program bayi tabung, agar dapat menghindari risiko.

Tentunya, memiliki seorang bayi merupakan impian yang sangat dinantikan oleh hampir semua pasangan khususnya pasangan yang kesulitan untuk memiliki keturunan. Seringkali faktor ketidaksuburan merupakan salah satu penyebab pasangan suami istri sulit hamil dan memiliki momongan sehuingga bayi tabung merupakan alternatif yang paling efektif bagi pasangan yang mempunyai masalah kesuburan. Lalu, apakah Anda tahu berapa lama proses bayi tabung itu sendiri? Meskipun kelihtannya sangat sederhana, tapi proses yang dibutuhkan bisa dibilang lama. Dimulai dari induksi ovulasi, lalu dilanjutkan dengan pengambilan sel telur pada sang ibu dan pengambilan sel sperma pada sang ayah, lalu pembuahan, transfer embrio, hingga embrio tersebut menjadi janin. Berikut ini akan dijelaskan proses tahapan dari program bayi tabung:

1. Induksi Ovulasi
Proses yang pertama ialah induksi ovulasi. Di tahapan pertama ini pasien nantinya akan diberi obat-obatan yang akan merangsang ovarium, seperti FSH, LH, kemudian hCG, suplemen hormon progesteron yang berguna dalam mempersiapkan dinding rahim untuk tempat embrio menempel, dan juga obat-obatan guna mencegah sel telur terlepas dari indung telur terlalu cepat. Dan juga, obat-obat tersebut biasanya diberikan selama kurang lebihnya 7–14 hari.

2. Pengambilan Telur
Tahapan kedua ini ialah pengambilan telur yang bernama Ovum Pick Up. Biasanya, proses yang satu ini akan membutuhkan waktu sekitar 34 hingga 36 jam setelah pemberian suntikan hormon terakhir. Kemudian, proses pengambilan sperma nantinya juga akan dilakukan dengan cara masturbasi atau bisa juga dengan dibekukan jika sang suami tengah berada di luar kota.

3. Pembuahan
Lalu proses yang ketiga ialah pembuahan. Di proses yang satu ini satu sel sperma nantinya akan membuahi sel telur yang berada di dalam sebuah tabung yang terdapat media tertentu. Biasanya, proses pembuahan tersebut terjadi sekitar 16 hingga 20 jam, lalu dikultur selama 3-5 hari sampai embrio tersebut sudah berubah menjadi embrio yang sehat dan siap untuk ditransfer kembali ke dalam rahim sang ibu.

4. Menunggu Hasil
Jika proses transfer embrio sudah selesai, pasien masih belum bisa dinyatakan hamil. Tapi, harus menunggu terlebih dahulu selama 12 sampai 14 hari lagi untuk memastikan lagi jika sang ibu benar-benar telah berhasil mengandung. Pasien juga harus mengunjungi dokter yang bertanggung jawab menangani bayi tabung untuk memastikan hal tersebut. Kemudian, pada saat masa tunggu tersebut, dokter nanti akan memberikan resep obat maupun suntikan penguat rahim untuk dapat membantu pertumbuhan serta untuk mempertahankan embrio agar bisa tetap sehat dan berhasil menjadi janin. Dan juga, pasien pun akan dianjurkan untuk melakukan kegiatan sehari-hari dengan tidak memikirkan apa-apa. Hal tersebut juga dilakukan agar tidak terjadi stres yang bisa saja mempengaruhi proses bayi tabung. Lalu, jika pasien tersebut berhasil hamil, maka nantinya akan dilakukan pemeriksaan rutin pada kehamilannya guna mencegah terjadinya sesuatu yang buruk pada janin tersebut seperti indikasi kelainan, janin lemah, dan lain sebagainya.