Rumah Adat Aceh dengan Keunikannya

Sebagai manusia kita tidak boleh melupakan sejarah dan budaya yang berada di sekitaran kita. Kita harus patut bersyukur karena budaya Indonesia sangatlah beragam, dari sabang sampai merauke budaya Indonesia memiliki keunikannya tersendiri. Karena sangat banyaknya terkadang kamu tidak mengetahui budaya tersebut berasal dari mana, hal tersebut sangat wajar ditemui di era milineal ini.

Mempelajari sejarah sebenarnya sangat mengasyikan, kamu akan mengerti dan mengetahui mengapa budaya tersebut memiliki ciri unik seperti itu. Kamu bisa mulai memperlajrinya dari sisi bagian barat Indonesia yaitu Provinsi Aceh atau julukan lainnya adalah serambi Mekkah.

Budaya masyarakat Aceh sangat berpegang teguh dengan prinsip Islam. Maka tak heran jika kebudayan mereka memiliki maksud untuk semakin mendekatkan meraka kepada Tuhan-Nya. Salah satu yang paling menonjol dari masyarakat Aceh adalah dari rumah adat yang mereka buat.

Berbentuk panggung, bahan baku rumah yang terbuat dari alam, dan tidak memiliki perabotan didalam rumah adat mereka adalah ciri unik dari rumah adat Aceh, yang ternyata memiliki tujuan tersendiri. Rumah adat yang mereka buat dengan sederhana merupakan cara mereka untuk menjukan rasa syukur kepada Tuhan-Nya karena telah memberikan segala hal yang mereka butuhkan.

Masih ada beberapa ciri unik dari rumah adat aceh, ciri-ciri unik tersebut adalah:

1. Rumah Yang Menghadap Ke Barat

Barat merupakan arah kiblat hal inilah yang membuat masyarakat Aceh membangun rumah mereka ke arah tersebut. Masyarakat Aceh tidak pernah lupa untuk melakukan kewajiban ibadah mereka yaitu salat lima waktu.

Dengan rumah mereka yang menghadap ke arah barat atau kiblat menandakan bahwa masyarakat aceh tidak pernah sekalipun melupakan Tuhan-Nya sebagai Maha Pencipta dari segala hal yang meraka punya.

2. Gentong atau kendi di depan Rumah

Sebelum masuk kedalam rumah adat masyarakat aceh para tamu diarapkan mencuci kaki mereka dengan air yang berada di gentong yang meraka letakan dengan sengaja di depan rumah meraka. Tujuan dari tindakan ini adalah agar para tamu yang mencuci kaki mereka juga dapat mencuci segala niat buruk yang mereka bawa dari jauh.

Arti lainnya adalah agar setiap orang yang memasuki rumah adat aceh selalu dalam keadaan bersih atau tidak meninggalkan kotoran di telapak kaki meraka. Karena seperti yang kita ketahui masyarakat aceh menggunakan rumah mereka untuk beribadah, sehingga rumah adat Aceh sangat diharuskan selalu bersih.

3. Anak Tangga yang ganjil

Masyarakat Aceh menyakini bahwa Tuhan-Nya sangat menyukai angka ganjil. Sehingga hal ini diterapkan pada anak tangga rumah mereka. Masyarakat Aceh benar-benar sangat memperhatikan setiap detail bentuk rumah meraka agar selalu mengambarkan rasa percaya dan syukur mereka kepa Tuhan-Nya.

4. Warna Terang

Rumah adat aceh memiliki warna yang sangat terang yaitu didominasi warna kuning, merah, putih, dan hijau. Warna-warna ini memiliki arti yang tersembunyi.

Warna kuning, melambangkan sifat kuat dan hangat.

Warna merah, melambang tentang emosi yang dimiliki oleh masyarakat Aceh. Biasanya warna merah digambarkan dengan emosi yang naik turun tapi bergairah. Artinya masyarakat bisa miliki emosi yang naik turun tapi selalu mengerjakan sesuatu dengan sangat gairah.

Warana putihm, melambang suci dan bersih. Hal ini sangat tergambarkan sekali dengan ciri unik yang sudah kita bahas diatas, bahwa masyarakt Aceh sangat mengharuskan rumahnya dalam keadaan suci dan bersih untuk memudahkan mereka beribdah.

Warna hijau, melambangkan kesejukan dan kesburuan. Masyarakat Aceh selalu berharap agar panen mereka selalu subur, dan udara dilingkungan mereka selalu damai dan jauh dari kejahatan.