Mengenal 4 karekteristik khusus jasa

empat karekteristik khusus jasa yang punya pengaruh besar pada rencana program marketing yakni :

1. Intangibility (tidak berwujud)

Jasa memiliki sifat intangible, maknanya jasa tidak bisa disaksikan, dirasakan, di cium, didengarkan, atau disentuh saat sebelum dibeli dan dimakan. Jika barang sebagai satu object, alat, material, atau benda; karena itu jasa malah sebagai tindakan, perlakuan, pengalaman, proses, performa (performnce), atau usaha.

2. Inseparability (tidak bisa dipisahkan)

Aktivitas jasa tidak bisa dipisah dari pemberi jasa, baik perseorangan atau organisasi dan piranti mesin/tehnologi.

3. Variability (beralih-alih/bermacam ragam)

Jika kualitas jasa yang diberi oleh manusia dan mesin/perlengkapan berbedabeda, bergantung pada siapakah yang memberikan, bagaimana, memberinya, dan waktu dan tempat jasa itu diberi.

4. Perishability (tidak kuat lama)

Jika jasa tidak dapat diletakkan untuk selanjutnya dipasarkan atau dipakai, hingga pada intinya jasa dikonsumsi langsung di saat dikasih. Ketahanan satu jasa tidak jadi permasalahan bila keinginan ada selalu dan oke karena hasilkan jasa dari muka secara mudah. Jika keinginan turun, karena itu permasalahan yang susah akan selekasnya ada

Industri jasa condong diperbedakan berdasar orang (people based) dan perlengkapan (equipment based). sebagai contoh jasa pengaspalan bekasi, Hasil jasa orang kurang mempunyai standarisasi dibanding dengan hasil jasa yang memakai perlengkapan. Dengan karakter jasa seperti di atas karena itu untuk customer akan memunculkan kesusahan yang semakin besar dalam menilai kualitas jasa (servis quality) dibandingkan kualitas barang (good quality).

Bagaimana customer menilai investasi jasa /servis yang dijajakan lebih sulit dan bermacam dari dari mereka menilai pemakaian bahan/material. Customer tidak menilai kualitas jasa cuman pada hasilnya, tapi juga menimbang penyampaiannya. Misalkan orang yang makan di suatu rumah makan bukan hanya memandang nikmatnya makanan yang ada, tapi juga akan memandang bagaimana servis yang diberi, kermahan beberapa pelayannya dan kecepatan dalam memberi servis, dan yang lain.

Dan persyaratan yang dipakai customer dalam menilai kualitas kontraktor pengaspalan jalan adi lebih susah untuk pemasar (marketing) untuk pahami. Dari beberapa pengalaman memberikan jika atas pemberian satu kualitas jasa/servis tertentu akan memunculkan penilaian yang lain dari tiap customer, karena bergantung dari bagaimana customer menginginkan kualitas jasa/servis itu. Hingga kualitas jasa/servis yang diterima customer (perceived servis quality) disimpulkan oleh Valerie A. Zeithmal, dkk sebagai ketidaksamaan di antara keinginan atau kemauan customer (expected servis) dengan pemahaman mereka (perceived servis)